Tanya Jawab Seputar CSR


Bagian ini berisi pertanyaan dan jawaban atas hal-hal penting terkait CSR. Selain pertanyaan dan jawaban yang sudah tersedia, bagian ini juga bersifat interaktif di mana Anda dipersilakan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan teori maupun praktik CSR. Setiap minggunya dua pertanyaan dari Anda akan didiskusikan dan dijawab oleh personel A+ maupun mitranya. Untuk mengirim pertanyaan silakan masuk ke menu Kontak.

1. Sejak kapan CSR mulai dikenal?

Konsep hubungan antara perusahaan dengan masyarakat ini dapat ditelusuri dari zaman Yunani kuno, sebagaimana disarankan Nicholas Eberstadt. Beberapa pengamat menyatakan CSR berhutang sangat besar pada konsep etika perusahaan yang dikembangkan gereja Kristen maupun fiqh muamalah dalam Islam. Tetapi istilah CSR sendiri baru menjadi populer setelah Howard Bowen menerbitkan buku Social Responsibility of Businessmen pada 1953. Sejak itu perdebatan tentang tanggung jawab sosial perusahaan dimulai. Tetapi baru pada dekade 1980-an dunia Barat menyetujui penuh adanya tanggung jawab sosial itu. Tentu dengan perwujudan berbeda di masing-masing tempat, sesuai pemahaman perusahaan terhadap apa yang disebut tanggung jawab sosial.
2. Faktor-faktor apa yang mendorong perusahaan melaksanakan CSR?

Secara umum dibedakan menjadi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal terutama berkaitan dengan kritik organisasi masyarakat sipil terhadap kinerja sosial dan lingkungan perusahaan. Sejarah hubungan antara perusahaan dan masyarakat mencatat banyak peristiwa tragis yang disebabkan operasi perusahaan. Organisasi masyarakat sipil memprotes kinerja yang buruk, yang kemudian ditanggapi oleh perusahaan. Tanggapan defensif serta kamuflase hijau memperumit masalah, sedang yang positif menghasilkan perkembangan CSR.

Institusi pembiayaan yang kian kritis menanamkan investasi memperkuat kecenderungan CSR. Demikian pula konsumen yang juga bersedia membayar “green premium” untuk produk-produk tertentu yang dihasilkan perusahaan berkinerja sosial dan lingkungan baik. Terakhir, pasar tenaga kerja yang menunjukkan adanya pergeseran pilihan dengan mempertimbangkan reputasi perusahaan.

Gabungan faktor-faktor eksternal itu membuat perusahaan yang menjalankan CSR dengan sungguh-sungguh lebih berkemungkinan bertahan di tengah kompetitifnya iklim dunia usaha.

Faktor internal, misalnya, kepemimpinan puncak manajemen perusahaan yang melihat CSR merupakan sumber peluang memperoleh keunggulan kompetitif (responsibility is opportunity). Cukup banyak pengamat yang berpendapat bahwa faktor internal sebagai pendorong CSR semakin kuat berperan di masa datang.
3. Apakah CSR adalah kewajiban bagi perusahaan?

Ada dua pendirian mengenai hal ini: kubu mandatori (yang mewajibkan) dan voluntari (yang menginginkan tetap bersifat sukarela). Literatur-literatur yang ada menyebutkan kedua kubu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tanggung jawab sendiri adalah konsep yang mandatori, yang berarti harus dilaksanakan. Menyatakan tanggung jawab sebagai sukarela sebetulnya contadictio in terminis atau pertentangan istilah. Namun, kubu voluntari berkeyakinan perusahaan wajib menjalankan ketetapan-ketetapan hukum yang berlaku di mana operasinya dijalankan, dan CSR merupakan kerangka aktivitas yang “beyond compliance”. Kalau konsep dan prakteknya diartikan sebagai manajemen dampak, maka yang dilakukan oleh perusahaan di dalam atau yang melampaui ketentuan hukum dapat didefinisikan sebagai CSR.

Perkembangan wacana terkini tampaknya tengah menempatkan kubu voluntari di posisi terdepan, dengan dikembangkannya berbagai standar yang bisa diadopsi secara sukarela atas basis kehendak menjadi lebih kompetitif. Sedang pendukung kubu mandatori kini memperjuangkan masuknya seluruh manajemen dampak dalam kerangka hukum dan menamakan perjuangannya sebagai corporate accountability movement
4. Keuntungan apa yang dipetik perusahaan yang melakukan program CSR?

Masih berlangsung perdebatan antara yang menyatakan CSR hanya menambah beban perusahaan dan yang meyakini kinerja sosial penting dan berhubungan positif dengan keuntungan finansial. Pendapat tidak menguntungkan biasanya mengikuti pendirian Milton Friedman atau, baru-baru ini, David Henderson, yang melabel CSR sebagai misguided virtue atau kebaikan yang salah alamat. Friedman dan Henderson berpendirian bahwa tanggung jawab berada di pundak individu, bukan perusahaan. Sebaliknya kalangan yang melihat kekuasaan bisnis kini sudah sangat besar, tidak setuju perusahaan tak dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap tindakan organisasinalnya. Kebijaksanaan universal menyetujui bahwa tanggung jawab membesar bersamaan dengan kekuasaannya, sebab itu perusahaan tidak lagi dapat mengelak.

Sejumlah besar penelitian telah membuktikan kinerja sosial dan kinerja finansial perusahaan sungguh berkorelasi positif. Dan karenanya perdebatan mengenai keuntungan menjalankan CSR sesungguhnya dapat dianggap sudah berakhir. Penelitian Marc Orlitzky, Frank Schmidt, dan Sara Rynes pada 2003, menggunakan data 52 penelitian sebelumnya dengan jumlah kasus 33.878 perusahaan yang merentang selama 30 tahun, merupakan bukti terkuat hingga saat ini. Kalau pun ada yang “membuktikan” sebaliknya, bahwa tidak ada kaitan erat antara kinerja sosial dengan kinerja finansial perusahaan, kesimpulannya hanya didasarkan pada kasus-kasus anekdotal berskala kecil.
5. Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan dari bisnisnya. Dengan melakukan CSR tujuan ini dapat terpenuhi?

Telah ditunjukkan oleh banyak studi kasus, perusahaan memperoleh banyak keuntungan bila keberadaan jangka panjangnya terjamin. Keberlangsungan perusahaan ini erat berkait dengan reputasi, yang diperoleh melalui hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Di era ini hampir mustahil perusahaan menggunakan perlindungan kekuatan-kekuatan represif tanpa mengorbankan reputasinya. CSR menjadi pilihan menjaga keberlanjutan eksistensi perusahaan melalui reputasi yang baik; dan bukan hubungan dengan kekuatan represif.

Bayangkan bagaimana bila perusahaan hanya mementingkan keuntungan finansial jangka pendek dan mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. Ketidakpedulian terhadap aspek sosial akan menuai protes masyarakat yang bisa mengganggu operasinya (semisal demonstrasi atau boikot). Terhadap aspek lingkungan, selain reaksi masyarakat, disinsentif juga diterima disinsentif dari pemerintah. Akibatnya, selain biaya operasi membengkak, reputasi perusahaan tercoreng dan pada gilirannya dicerminkan dengan turunnya nilai saham. Implikasi berikut yang mengancam adalah keengganan investor membiayai proyek baru. Dari sudut pandang ini, CSR dengan triple bottom line-nya tentu adalah investasi sangat berharga.
6. Pelaksanaan CSR tidakkah berarti perusahaan justru mengambil alih kewajiban pihak lain, misalnya yang menjadi tanggung jawab pemerintah?

Kasus-kasus yang ditemukan di Indonesia menunjukkan, curahan investasi sosial perusahaan dapat menimbulkan moral hazardberupa perilaku korup lembaga-lembaga pemerintah. Misalnya, ketika diketahui perusahaan tertentu hendak membangun jalan dari titik A hingga B, pemerintah daerah setempat juga mengajukan anggaran untuk pekerjaan yang sama. Ruas jalan yang dibangun dengan sumberdaya dari perusahaan, nyatanya diakui sebagai proyek pembangunan pemerintah daerah.

Pelaksanaan CSR semesti tidak demikian. Bahkan, CSR seyogyanya mendorong perwujudan kondisi tanpa korupsi (dan cici-ciri lain good governance, seperti transparansi) di tubuh perusahaan maupun pemerintahan dan masyarakat.

CSR harus berupaya meminimumkan dampak negatif keberadaan perusahaan. Apabila perusahaan hendak menjalankan program sosial, itu dilakukan dengan transparansi maksimum. Dan karena CSR adalah manajemen dampak operasi, batasannya terlebih dulu harus didefinisikan agar perusahaan tidak memikul beban lebih berat dari yang seharusnya ditanggung. Yang juga penting adalah membuat kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan berkenaan dengan tanggung jawab masing-masing pihak. Termasuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dan perusahaan.
7. Apakah CSR sama dengan community development (Comdev)?

Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev, walau keduanya tidaklah dapat disamakan. Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kelompok-kelompok paling tidak beruntung, dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya.

Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena aspek struktural, kultural, atau penyebab lain, berada di posisi kurang beruntung. Kelompok ini adalah yang paling rentan menghadapi berbagai kondisi, termasuk kemungkinan dampak negatif perusahaan. Karenanya menjadi penting memetakan kelompok masyarakat ini, kemudian dibuat program khusus (Comdev) untuk mengurangi kerentanan tersebut. Alyson Warhurst berpendapat, hubungan CSR dan masyarakat terwujud dalam empat hal utama: Comdev, pengikutsertaan (pemrioritasan) kesempatan kerja dan usaha, pembiayaan sesuai kerangka legal, dan tanggapan atas harapan kelompok kepentingan.

Pengkategorian Warhust memperjelas bahwa Comdev merupakan salah satu komponen sangat penting CSR.
8. Siapa dan bagaimana menentukan pihak yang menjadi pemangku kepentingan program CSR?

CSR adalah manajemen dampak, hingga pihak yang menjadi pemangku kepentingan utama adalah mereka yang berada di wilayah dampak. Para pihak ini menerima dampak-dampak (positif dan negatif) yang berbeda, hingga perusahaan harus secara pasti mengetahui dan bagaimana tiap kelompok yang terkena.

Masyarakat yang sudah sangat terbuka biasanya dapat menyampaikan secara langsung dampak yang diterima dan menegosiasikan apa seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Untuk konteks Indonesia, perusahaan masih dituntut berada di posisi lebih proaktif. Langkah awal adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sebagai kewajiban yang tak sekadar administratif belaka, tetapi benar-benar menjadi alat komprehensif mengetahui secara dampak operasi perusahaan.

Kalau Amdal dianggap belum memadai, perusahaan perlu melakukan pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping). Lewat pemetaan ini terekam pihak-pihak mana yang berkepentingan; apa saja kepentingannya; dan bagaimana kepentingan itu diintegrasikan dalam operasi perusahaan.

Di kebanyakan kasus perusahaan tidak dapat melakukan pemetaan sendirian, melainkan dibantu fasilitator seperti Ornop, universitas, atau lembaga konsultan yang kredibel. Penelitian-penelitian tentang teori pemangku kepentingan menyediakan pedoman berharga bagi pekerjaan ini. Secara umum dinyatakan pemangku kepentingan adalah mereka yang memiliki power (kekuatan mempengaruhi jalannya operasi perusahaan), legitimacy (dukungan anggota kelompok atau norma tertentu), urgency (dimensi waktu dari tuntutan, yang bila tidak dipenuhi segera berdampak buruk), serta proximity (kedekatan geografis).
9. Bagaimana menentukan bidang-bidang program CSR yang dapat dilaksanakan?

Program-program CSR akan jatuh pada salah satu kategori: meminimumkan dampak negatif (termasuk pengkompensasiannya) atau memaksimumkan dampak positif. Pengkategorian ini lebih jauh diuraikan berdasar pemangku kepentingannya. Artinya, program CSR perusahaan dibuat berdasar kepentingan sahih kelompok tertentu, yang didekati (langsung atau melalui fasilitator) untuk mengetahui pandangannya tentang apa yang seharusnya dilakukan.

Menjadi mudah apabila perusahaan telah melakukan pemetaan pemangku kepentingan terlebih dahulu. Hasil pemetaaan menjadi urutan prioritas program CSR untuk tiap pemangku kepentingan. Langkah berikut, perusahaan melakukan penyesuaikan dengan kebijakan dan ketersediaan sumberdaya; serta merundingkan mekanisme berbagi sumberdaya (resource matching) antara semua pihak, termasuk masyarakat. Setelah prioritas dan ketersediaan sumberdaya diketahui, dilakukan penyusunan program jangka panjang hingga pendek. Sedang organisasi pelaksananya dibuat dengan memasukkan masing-masing pemangku kepentingan, untuk memastikan program yang disusun dilaksanakan sesuai rencana.
10. Bagaimana strategi terbaik pelaksanaan program CSR? Apakah harus dilakukan langsung oleh perusahaan?

Kondisonal, tergantung kapasitas perusahaan dan seluruh pemangku kepentingannya: dikerjakan sendiri, dilaksanakan bersama mitra, atau diserahkan ke pihak tertentu. Biasanya yang melakukan sendiri mendasarkan pertimbangan adanya kontrol penuh atau karena belum mamadainya kapasitas manajerial dan teknis para pemangku kepentingan. Di ekstrem lain, perusahaan mungkin berpendapat tidak memiliki kompetensi melakukan kegiatan-kegiatan CSR sendiri, hingga lebih baik diserahkan (disubkontrakkan) ke pihak yang lebih mampu.

Masing-masing pendekatan punya kekurangan dan kelebihan. Namun di berbagai literatur pendekatan kemitraan (terutama kemitraan tiga sektor) digambarkan sebagai yang paling besar kemungkinan keberhasilannya. Penyebabnya adalah sifat berbagi sumberdaya dari pendekatan ini serta dipersyaratkannya kontrol dan transparansi. Pendekatan ini dapat pula meminimumkan duplikasi dengan program pembangunan pemerintah atau pekerjaan dampingan organisasi masyarakat sipil.
sumber : http://www.csrindonesia.com/faq.php#

Mikha Angelo - Lost : X Factor Indonesia Auditions

8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda? Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

13 Pengetahuan Kecil yang Patut Diketahui

Photobucket
Tahukah kamu hal-hal berikut ini yang mungkin belum kita sadari?

 
1. Kucing hitam dalam mitos banyak negara barat dihubungkan dengan kejahatan dan kesialan. Tetapi di Jepang justru dipercaya pembawa keberuntungan.

2. Lumba-lumba tidur menutup sebelah mata sementara mata lain tetap terbuka

3. Sebuah kapal tanker yang penuh muatan dan melaju pada kecepatan normal, membutuhkan waktu 20 menit baru bisa berhenti. Contoh: seandainya kecepatan tanker tersebut 80 km/jam, maka hitung sendiri berapa jauh akan tetap melaju sebelum akhirnya berhenti saat nakhoda berupaya menghentikannya.

4. Katak jenis "Bullfrogs" tidak pernah tidur sepanjang hidupnya

5. Kilat di seluas duna terjadi kira-kira 8 juta kali dalam sehari.

6. Rata-rata, Kira-kira hanya 11% bagian pulau dan benua yang ada di bumi ini digunakan untuk pertanian.

7. Jumlah ayam di bumi ini jauh lebih banyak dibanding populasi manusia.

8. Manusia lahir dengan 300 susunan tulang, namun seraya bertumbuh dewasa jumlahnya akan berkurang hingga tersisa 206 tulang saja. Mengapa? Karena ada beberapa bagian yang menyatu.

9. Jumlah kanguru di Australia kadangkala lebih banyak dari populasi manusia di benua tersebut. Rasionya kira-kira 2:1

10. Kupu-kupu mencicipi nektar bunga dengan giginya

11. Kura-kura bisa bernapas dengan bagian belakang tubuh mereka

12. Baik berlari maupun jalan kaki, kita akan membakar 1000 kalori setiap mil.

13. Massa otak manusia hanya 2% dari keseluruhan massa tubuh. Tetapi mengkonsumsi 20% oksigen dan kalori dari total kebutuhan tubuh.

Seputar Telepati

Photobucket
Dengan menguasai ilmu telepati banyak hal yang akan dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Lalu, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan telepati .... ?????
Pertanyaan diatas memang sering kali muncul dikalangan orang awam. Secara etimologi, kata telepati berasal dari kata "TELE" yang berarti "Jauh" dan kata "PATHOS" yang berarti "Perasaan". Karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa telepati merupakan suatu kemampuan untuk merasakan segala sesuatu dari jauh. Disadari atau tidak, kita sebenarnya sering mengalami gejala-gejala dari telepati tersebut. Gejala tersebut misalnya ketika hendak mengatakan sesuatu kepada teman, namun secara bersamaan teman kita pun mengatakan perkataan yang sama dengan yang hendak kita ucapkan. Atau contoh lain ketika hendak dibokong dari belakang tanpa sengaja kita menoleh dan melihat orang yang akan membokong kita.

Contoh diatas, memang terkesan sebagai suatu peristiwa yang bisa terjadi karena aspek kebetulan belaka. Penilaian ini tidak sepenuhnya salah. Namun dibalik apa yang dianggap sebagai suatu kebetulan itu, sesungguhnya kekuatan telepati sudah bekerja mempengaruhi simpul-simpul saraf reflek kita.

Pada abad 18, ada seorang sarjana swedia yang bernama Emanuel Swedenborg yang tertarik dengan Occultisme. Pernah suatu ketika dia bersama sejumlah cendekiawan sedang rapat. Namun secara tiba-tiba dia meninggalkan rapat dan segera berlari keluar sambil mengatakan ada kebakaran di Stockholm . Melihat gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Emanuel ini, terang saja orang yang hadir menganggap dia tidak waras lagi. Namun berselang satu jam kemudian, terdengar kabar di Stockholm terjadi kebakaran yang hebat dan menghanguskan banyak rumah dikota itu termasuk tempat rapat Emanuel. Mungkin, kita menganggap peristiwa ataupun hal seperti itu biasa-biasa saja. Ya bisa jadi kita menganggapnya, sekali lagi hanya kebetulan belaka. Namun gejala-gejala semacam inilah yang dikembangkan sehingga menjadi sebuah ilmu yang kita kenal sebagai ilmu telepati.





Jika dikategorikan kedalam jenisnya, maka telepati dapat dibagi menjadi dua bagian:

1. Telepati Hikmah
Sarana yang dipergunakan dalam telepati hikmah sangat sederhana sekali, karena setiap umat islam pasti hapal surat Al Fatihah. Sebagai Ummul kitab surat Al Fatihah banyak mengandung hal-hal yang berguna untuk dunia dan akhirat. salah satunya untuk telepati. Dengan mengirimkan surat Al Fatihah dengan cara-cara tertentu kita dapat mengobati seseorang yang sedang gelisah, cemas dan stress dari jarak jauh. Ini jelas bukan kebetulan belaka.

2.Telepati Spiritual
Telepati Spiritual mempunyai banyak cara yang dilakukan si pelaku dan bermacam ritualpun bisa digelar. mulai dari yang biasa sampai yang nyeleneh pun ada. Telepati spiritual ini memang sangat populer di kalangan masyarakat kita karena kemampuannya yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal, salah satunya untuk berkomunikasi jarak jauh.


Hal-hal penting dalam telepati

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi seseorang yang ingin melakukan telepati, yang terpenting adalah harus pandai mengatur posisi ruangan dimana biasanya dia melaksanakan telepati. Selanjutnya adalah :

a. Jangan memakai bau-bauan yang menyengat.
b. Jauh dari keramaian, hal ini bisa disiasati dengan melakukan telepati di malam hari.
c. Hindari warna yang mencolok seperti merah dan kuning.
d. Hindari ruangan kita melakukan telepati dari cahaya matahari langsung.
e. Pengaturan cahaya tidak boleh terlalu terang karena dapat memecah konsentrasi kita.

Inilah Iklan-iklan Jaman Dulu yang pernah ada di Indonesia

1. Iklan Tembakau : 
iklan jadul
Dulu iklan tembakau lebih menekankan kepada keaslian produk, bukan bahaya merokok.Tulisan "warning" yg besar, menyebabkan orang lebih mengenalnya sebagai tembakau warning - dari pada Tjap Boelan Bintang.

2. Iklan Sabun Cuci : 
iklan jadul
Contoh Iklan Sabun Sunlight, beberapa tahun yang lalu sabun ini masih banyak beredar dlm bentuk batangan. Iklan berasal dari tahun '51an.

3. Iklan Lampu : 
iklan jadul
Ternyata lampu ini sudah ada sejak jaman bahaula... Tulisan jawa honocoroko berbunyi "wekdal nyambut damel" yg artinya "pada saat bekerja". Iklan ini dicetak tahun 1934.

4. Iklan Sabun Mandi : 
iklan jadul
Ternyata sabun ini juga berasal dari jaman baheula... Iklan di cetak para tahun 1938. Kalau iklan sekarang "dipercaya oleh 9 dari 10", iklan jadul bunyinya "sabun kecantikan 846 dari 857 bintang filem".

5. Iklan Kutang / BH : 
iklan jadul
Kalau sekarang mungkin setara dengan triumph atau wacoal ...hehe...!!! Dibuat tahun 1958.

6. Iklan Obat Malaria : 
iklan jadul
Sekarang orang sudah nggak pernah/jarang minum pil kina. Dulu, pil kina adalah suplemen untuk panjang umur nya... Lihat si kakek berkata 'umur saya panjang sebab selamanya menelan tablet kina, obat malaria dan influenza. Rupa-rupa nya dulu malaria dan influenza bisa menjadi penyebab kematian yg utama.

7. Iklan Kaos : 
iklan jadul
Kalau sekarang mungkin setara dgn Joger or C59... Masih menekankan pada jaminan "ditanggung tidak luntur".

iklan jadul
Ini juga iklan kaos cap Hadji Doedoek, dari Surabaya.

8. Iklan Kain : 
iklan jadul
Iklan kain keluaran tahun 1970. Saat itu wartawan menjadi panutan, sehingga pilihannya pun bisa menjadi patokan.

9. Iklan Beer Java : 
iklan jadul
Iklan Beer Java, berasal dari Surabaya.

10. Iklan Jamu : 
iklan jadul
Ternyata Jamu Jago sudah ada sejak jaman dahulu. Iklan berasal dari tahun 1965.

iklan jadul
Kalo ini jamu jaman dulu : Galian Sambungoyot.

11. Iklan Film : 
iklan jadul
Penggemar Filmnya Bing Slamet ...iklan dari tahun 1955. Bioskop utama nya Sin Tu Alhambra, baru disusul Rivoli ( yang ini masih ada ...??? ) dan Roxy.

12. Iklan Mobil Fiat : 
iklan jadul
Ternyata mobil ini sudah beredar di Indonesia sejak jaman Belanda. Iklan tercatat dikeluarkan tahun 1927.

13. Iklan Biskuit : 
iklan jadul
Jaman dulu juga sudah ada Biskuit...!!!

14. Iklan Ban : 
iklan jadul
Ban ini juga sudah ada sejak jaman dulu ... Bukan ban mati, ini ban pertama produksi Good Year yangg harus di pompa, Asli buatan Bogor.

13 Hal Yang Diajarkan Film Spongebob Tentang Bisnis


Quote:1.Intergritas dan Loyalitas
Quote:
Quote:Dalam episode "The Graveyard Shift" menunjukan bagaimana senangnya dia ketika Krusty Krab dibuka 24 jam, episode lainya yg menujukan integritas Sponge Bob dalam episode“ Just One Bite“ dimana dia selalu datang jam 3 pagi untuk menghitung Krabby paty Integritas seorang pegawai menjadi salah satu faktor keberhasilan suatu bisnis dimana dedikasi seorang pegawai akan menentukan perkembangan bisnisnya dan inilah yang ditunjukan oleh Sponge Bob ke Krusty Krab
Quote:2. Penghargaan Terhadap Pegawai
Quote:
Quote:Dalam binsis pegawai merupakan inti sebuah perusahaan untuk itulah penting memberikan penghargaan terhadap pegawai agar produktivitsanya meningkat. Dalam Film Spongebob ini ditunjukan oleh Mr. Krabs pada episode ‘Employee of the Month’ dengan memberikan predikat pekerja pada bulan ini kepada pegawai yang telah bekerja dengan baik di Krusty Krab yang akhirnya membuat Sponge Bob dan squidward salaing bersaing untuk mendapatkan penghargaan tersebut.
Quote:3.Strategi Pemasaran
Quote:
Quote:Dalam berbisnis diperlukan strategi yang tepat agar produk yang kita jual disukai masyrakat dalam spongebob nilai ini ditunjukan pada episode “The Good Krabby Name “ dimana agar penduduk bikini bottom agar datang ke Krusty Krab Mr. Krab menyuruh spongebob memikirkan nama yg dapat menarik pelanggan datang, di episode “As Seen On TV” Mr.Krab melakukan pemasaran dengan memperkenalkan Krabby patty melaui TV.
Quote:4.Fokus pada Inti Bisnis Anda
Quote:
Quote:Pada episode "Bossy Boots" Mr.Krab mengangkat Pearl menjadi pegawai Krusty Krab ide Pearl merubah Krusty Krab mulai dari makanan,nama dan bentuk Krusty Krab karena perubahan tersebut sudah melenceng dari inti bisnis kraby patty mengakibatkan Mr.krab kehilangan banyak uang. Pelajaran diatas menunjukan bahwa ketika mengembangkan bisnis kita harus tetap pada awal inti bisnis tersebut perubahan yg signifikan malah dapat menghancurkan bisnis kita.
Quote:5.Kualitas Produk
Quote:
Quote:Pada episode “Born Again Krabs“ Mr. Krab menyuruh menjual Krabby Patty yang sudah busuk dan tidak boleh membikin yang baru sampai Patty yang busuk itu terjual akibatnya Krab kehilangan banyak pelangga pelajaran yg dapat diambil adalah Kualitas Produk yang dijual menentukan kelayakan barang tersebut untuk dibeli pembeli, pembeli tidak lagi bodoh mereka dapat mempelajari produk yang kita jual.
Quote:6.Pelanggan Adalah Raja
Quote:
Quote:Dalam episode” The Krusty Tower” mengajarkan pentingnya pelanggan bagi bisnis bercerita ketika Mr.Krab ingin membuat hotel dengan slogan kalimat "We shall never deny a guest even the most ridiculous request"(kita tidak pernah menolak permintaan pelanggan meskipun itu permintaan aneh2) kalimat tersebut menujukan bahwa betapa pentingnya pelanggan bagi sebuah bisnis.
Quote:7. Pelayanan=Keuntungan
Quote:
Quote: Pada episode “Bubble Buddy” Mr.krabs menyuruh Squidward untuk melayani apapun yg diminta bubble budy karena telah membeli semua Krabby Patty. Pada episode “Good Ol' Whatshisname “ dengan meberi pelayanan berupa mengingat nama pelanggan dapat meberi keuntungan yakni pelanggan akan datang kembali dua episode diatas menunjukan bahwa pelayanan yang baik akan membuat pelanggan prcaya pada produk yg kita jual sehingga keuntunganpun kita dapat.
Quote: 8. Profitabilitas(Keuntungan)
Quote:
Quote: Tujuan bisnis adalah menghasilkan profit untuk pemilik bisnis. Sehebat apapun yang dilakukan, tidak ada manfa'atnya jika tidak menghasilkan profit. Banyak episode yang menunjukan bagaimana Mr.Krab mencari untung mulai dari menaikan harga kraby patty sampai dengan menjual produk produk lain di luar kraby patty dalam episode “Bucket Sweet Bucket” Sponge Bob berhasil menemukan barang2 antik dari chum bucket sehingga membuat Krusty Krab tampak mewah yg dimanfaatkan Mr. Krab dengan menaika harga Krabby Patty
Quote: 9. Kreatifitas dan Inovasi Produk
Quote:
Quote: Pada episode “Patty Hype” menceritakan bisnis yg lesu dimana Krusty Krab tidak mendapat pelanggan satupun akhirnya Sponge Bob memberi ide untuk mebuat Pretty Patty yang akhirnya sukses besar dan banyak orang yang membeli kepada Sponge Bob pelajaran yg diambil agar bisnis tidak stagnan diperlukan inovasi agar pembeli tidak jenuh terhadap barang yg dijual terlalu umum/biasa
Quote: 10.Kompetisi
Quote:
Quote: Dalam berbisnis kompetisi akan selalu ada layaknya Krusty Krab dan Chum Bucket dimana Krusty Krab dengan Kraby Pattynya yg selalu berhasil menang kompetisi antara keduanya menciptakan ide ide inovatif baik pada Mr. Krab dan Plankton pelajaran yg diambil adalah bisnis tidak akan lepas dari kompetisi
Quote: 11. Jangan mudah menyerah dalam berbisnis
Quote:
Quote: Yakin bahwa sebesar apapun kegagalan yang dialami selama berpikir positf dan pantang menyerah kesuksesan akan didapat. mungkin hal inilah yang diajarkan plankton dalam berbisnis tidak peduli seberapa banyak dia gagal mencuri resep Krabby Paty dan restoran Chum Bucketnya yg tidak mendapat pembeli satupun namun dia tetap berusaha memajukan bisnisnya dengan berbagai ide anehnya.
Quote: 12. Identifikasi Peluang Bisnis
Quote:
Quote: Dalam episode “20,000 Patties Under the Sea” Sponge Bob dan Patrick menemukan kapal selam hal ini memberi ide Mr.Krab menciptakan restoran keliling yg bisa membawa banyak untung pelajaran yg diambil adalah seorang wirausaha harus mampu mengamati lingkungan sekitar untuk menciptapkan peluang bisnis bukan sebaliknya.
Quote: 13.Efisiensi
Quote:
Quote:Kata efisiensi tentunya tidak lepas dari Mr.Krab pada episode “Life is Crime” melakukan penghematan dimana seluruh barang yg ada di Krusty Krab di dapatkan dari meminjam, episode “Kusty Krab Traning Video” menunjukan penghematan yg dilakukan Mr. Krab antara lain mebangunya Krusty Krab dari rumah jompo,hanya merekrut 2 pekerja,dan tidak membeli teknologi yg tidak diperlukan. Pelajarannya adalah effisiensi penting untuk meningkatkan keuntungan tetapi jangan sampai seperti Mr. Krab