The Museum of Islamic Art, Qatar

The Museum of Islamic Art adalah sebuah museum yang terletak di ibu kota Doha Qatar dan dirancang oleh arsitek I.M. Pei.

Museum ini menarik banyak pengaruh dari arsitektur Islam kuno yang desain yang unik saat ini. Museum ini adalah yang pertama dari jenisnya di Teluk Persia dan memiliki koleksi yang sangat besar dari seni Islam, ditambah penelitian, perpustakaan, dan beberapa restoran. Sabiha Al Khemir menjabat sebagai direktur pendiri museum dari 2006-2008. Museum ini memiliki luas 45.000 m2 dan terletak di tepi pelabuhan Doha di ujung selatan Teluk Doha. Konstruksi oleh Constr.Co Baytur. (Turki), struktur mencapai penyelesaian pada tahun 2006, tapi interior menjadi sasaran berbagai perubahan setelahnya. Museum ini diumumkan pada pembukaan VIP pada tanggal 22 Nopember 2008, dan dibuka untuk umum pada tanggal 1 Desember 2008.

Di museum itu ditampilkan koleksi karya dikumpulkan selama 20 tahun terakhir, termasuk manuskrip, tekstil dan keramik. Ini adalah salah satu koleksi yang paling lengkap artefak Islam, mulai dari Spanyol ke Mesir ke Iran, Irak, Turki, India dan Asia Tengah. Pada usia 91, Pei harus dibujuk keluar dari pensiun untuk melakukan usaha ini. Ia pergi di seluruh dunia Muslim pada kurun waktu enam bulan untuk belajar tentang arsitektur Islam dan sejarah dan membaca teks-teks Islam untuk menarik inspirasi untuk desain nya.

Penurunan semua situs yang diusulkan untuk museum, Pei menyarankan membuat pulai sendiri untuk struktur untuk menghindari pelanggaran bangunan lainnya. Oleh karena itu dibangun pada 64 hektar di sebuah pulau kira-kira 195 meter dari Doha's Corniche dan dikelilingi oleh taman.

College the Valleyfield.

Sebuah universitas pendidikan di Quebec , Kanada, dengan pemandangan kampus yang tidak ada duanya di dunia. Menyenangkan sekolah di tempat seindah ini

Cinque Terre, Italia

 Terletak dibagian utara Italia, Cinque Terre menjadi salah satu tujuan wisata paling populer. Bukit hijau, hamparan kebun anggur, desa warna-warni di bingkai laut biru dan deretan perahu kecil. Mempesona siapapun yang berkunjung ke kota yang menghadap ke laut ini.
 THE FIVE LANDS
Cinque Terre berarti Lima Kawasan. Ada lima desa kecil nan cantik yang menjulur dari utara ke selatan. Kelima desa itu; Monterosso al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola dan Riomaggiore. Monterosso al Mare, terletak
paling utara. Di sini Anda bisa menikmati wisata garden walk di perkebunan anggur dan zaitun. Panorama bukit yang dipenuhi kebun anggur dan buah zaitun, akan memanjakan mata Anda. Bangunan bersejarah juga menjadi
daya tarik kota ini. Anda dapat melihat sebuah lukisan bersejarah Crucifi xion, karya Van Dick yang disimpan di dalam gereja Saint Francis. Kunjungi juga menara Aurora yang bergaya medieval.
 Terletak di bukit Cappucini. Menara ini berfungsi sebagai pembatas desa. Perut terasa lapar seusai Anda berkebun? Anda dapat menikmati makanan khas daerah ini, salah satunya adalah Anchovy.Makanan sejenis ikan teri atau ikan bilis. Mengingat lokasinya yang berada di Mediterania, makanan laut banyak digunakan pada masakan lokal. Monterosso memiliki pantai berpasir nan cantik dan dipenuhi dengan payung berwarnawarni.
Anda bisa berenang dengan nyaman sembari sesekali bersantai di bawah payung sambil memandang keindahan pantai.
 Di sini, Anda dapat menumukan deretan kafe dan restoran yang menghadap ke pantai. Vernazza,desa yang telah ditemukan sejak abad pertama dan memiliki arsitektur indah yang membuktikan warga desa itu memiliki kehidupan ekonomi lebih baik dibanding desa lain.
 Desa ini dianggap sebagai wilayah ideal untuk tempat tinggal, karena jauh dari hiruk pikuk. Perahu kecil berwarna cerah yang tengah bersandar di bibir pantai dapat Anda temui di Vernazza. Area publik yang luas dan dipenuhi dengan meja berpayung juga disediakan untuk Anda. Ingin berenang dengan si kecil? Pantai di Vernazza aman bagi anak-anak. Dua menara jam besar bak Big Ben di London, juga menjadi daya tarik

 Terletak dibagian utara Italia, Cinque Terre menjadi salah satu tujuan wisata paling populer. Bukit hijau, hamparan kebun anggur, desa warna-warni di bingkai laut biru dan deretan perahu kecil. Mempesona siapapun yang berkunjung ke kota yang menghadap ke laut ini.
 THE FIVE LANDS
Cinque Terre berarti Lima Kawasan. Ada lima desa kecil nan cantik yang menjulur dari utara ke selatan. Kelima desa itu; Monterosso al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola dan Riomaggiore. Monterosso al Mare, terletak
paling utara. Di sini Anda bisa menikmati wisata garden walk di perkebunan anggur dan zaitun. Panorama bukit yang dipenuhi kebun anggur dan buah zaitun, akan memanjakan mata Anda. Bangunan bersejarah juga menjadi
daya tarik kota ini. Anda dapat melihat sebuah lukisan bersejarah Crucifi xion, karya Van Dick yang disimpan di dalam gereja Saint Francis. Kunjungi juga menara Aurora yang bergaya medieval.
 Terletak di bukit Cappucini. Menara ini berfungsi sebagai pembatas desa. Perut terasa lapar seusai Anda berkebun? Anda dapat menikmati makanan khas daerah ini, salah satunya adalah Anchovy.Makanan sejenis ikan teri atau ikan bilis. Mengingat lokasinya yang berada di Mediterania, makanan laut banyak digunakan pada masakan lokal. Monterosso memiliki pantai berpasir nan cantik dan dipenuhi dengan payung berwarnawarni.
Anda bisa berenang dengan nyaman sembari sesekali bersantai di bawah payung sambil memandang keindahan pantai.
 Di sini, Anda dapat menumukan deretan kafe dan restoran yang menghadap ke pantai. Vernazza,desa yang telah ditemukan sejak abad pertama dan memiliki arsitektur indah yang membuktikan warga desa itu memiliki kehidupan ekonomi lebih baik dibanding desa lain.
 Desa ini dianggap sebagai wilayah ideal untuk tempat tinggal, karena jauh dari hiruk pikuk. Perahu kecil berwarna cerah yang tengah bersandar di bibir pantai dapat Anda temui di Vernazza. Area publik yang luas dan dipenuhi dengan meja berpayung juga disediakan untuk Anda. Ingin berenang dengan si kecil? Pantai di Vernazza aman bagi anak-anak. Dua menara jam besar bak Big Ben di London, juga menjadi daya tarik

menginap di desa ini dan butuh tempat untuk sarapan? Anda tidak perlu bingung, karena di sini banyak terdapat kedaifoccacia, sejenis roti yang terbuat dari gandum yang biasa dikombinasikan
dengan keju dan aroma rosemary.
 Restoran populer macam La Cantina Dello Zio Bramante dan Aristide Café yang menyediakan masakan laut bisa Anda sambangi. Jika hobi dengan kegiatan renang, berenanglah di pantai Manarola. Rasa nyaman dan privat akan didapat ketika menikmati pantai di sini, karena sedikit pengunjung yang datang.
 Terakhir, desa Riomaggiore yang terletak di lembah sempit yang pertama ditemukan pada abad ke-8. Terhampar di gugusan perbukitan Liguaria, Riomaggiore bertengger di lereng bukit. Dari ketinggian Riomaggiore, Anda akan terpesona melihat keindahan birunya Laut Liguaria. Teduh dan damai. Itulah yang akan Anda rasakan. Bagi Anda yang tidak memiliki budget lebih, tidak dianjurkan makan di restoran yang terdapat di Riomaggiore. Makan di sini terkenal mahal. Corniglia, pusat oleh-oleh. Bagaimana tidak, di Riomaggiore Anda bisa mengeluarkan 15 Euro (sekitar 185.000 rupiah, red) hanya untuk sepiring spaghetti. Namun, Anda memiliki alternatif lain untuk mengisi perut. Di jalan utama, Via Colombo kemanapun memandang, mata akan tertuju pada bar, kafe dan restoran. Pilihlah tempat yang Anda suka.
 WORLD HERITAGE
Pemerintah setempat memutuskan untuk tidak membangun gedung modern di sini. Bahkan demi mempertahankan keaslian kawasan ini, pemerintah tidak memperbolehkan warga Cinque Terre untuk memasang parabola dan antena TV di atas rumah. Pada tahun 1997, Cinque Terre masuk dalam daftar World Heritage. Hingga saat ini, bangunan di Cinque Terre dilindungi pemerintah Italia.
 HOW TO GET THERE
Untuk sampai ke Cinque Terre, dari Jakarta Anda bisa mengambil penerbangan ke Milan. Siapkanlah 15 Euro (sekitar 180.000 rupiah, red) untuk biaya tiket Milan-Genoa. Perjalanan sekitar 4 jam. Setiba di Genoa, lanjutkan perjalanan ke Ventimiglia-Genoa-Roma, yang membutuhkan sekitar 25 Euro (sekitar 300.000 rupiah, red) untuk tiket kereta. Turun di Levanto, lanjutkan dengan menaiki kereta regional bertarif 1 Euro (sekitar 12.000 rupiah, red) yang berhenti di setiap desa Cinque Terre.Pengunjung yang datang ke Cinque Terre tidak dianjurkan
untuk memakai mobil. Untuk menikmati seluruh keindahan di sana, pengunjung harus berjalan kaki, naik kereta, motor boat atau perahu.
 ACCOMODATION
Terdapat banyak pilihan untuk menginap. Jika hanya memiliki budget terbatas Anda bisa menginap di hotel La Villa Degli Argentieri yang ada di Monterosso al Mare. Hotel murah yang menyediakan fasilitas seperti pendingin dan pemanas ruangan, bar 24 jam dan sarapan di kamar ini dikenakan tarif 56 Euro per malam (sekitar 672.000 rupiah, red).
 Ada dana lebih, bisa menginap di hotel Affi ttacamere Da Silvia, yang bertarif sekitar Rp. 1.000.000, per malam. Terletak di Riomaggiore, hotel ini menawarkan fasilitas seperti ruang bebas rokok,shower dan mini bar yang terdapat di setiap kamar. Di hotel ini binatang peliharaan pun diperkenankan untuk menginap.

Manchu, kota Di Atas Awan

Manchu Picchu ("Gunung Tua" dalam bahasa Quechua; sering juga disebut "Kota Inca yang hilang") adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang ada di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 diatas permukaan laut. Manchu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.



Manchu Picchu dibangun dengan gaya Inca kuno dengan batu tembok berpelitur. Bangunan utamanya adalahIntihuatana, Kuil Matahari, dan Ruangan Tiga Jendela. Tempat-tempat ini disebut sebagai Distrik Sakral dari Manchu Picchu.

Situs ini sendiri udah ditunjuk sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1983, Manchu Picchu juga merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia yang baru, juga mendapatkan perhatian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh pariwisata (jumlah pengunjung mencapai 400,000 pada tahun 2003). Pada bulan September tahun 2007, Peru melakukan usaha-usaha legal dengan hasil tercapainya sebuah persetujuan dengan Universitas Yale untuk mengambil kembali artifak-artifak yang pernah dibawa oleh Bingham dari situs tersebut pada awal abad 20.

Benteng Chittorgarh Fort, India

Chittorgarh Fort dianggap sebagai benteng terbesar di India dan yang terbaik di negara bagian Rajasthan. Benteng ini dibangun di atas perbukitan seluas 2,8 km2 (1.1 mil²) pada abad ke-7 Masehi. Raja yang membangun adalah Iwan Fals Rawal dengan tujuan sebagai maskawin bagi putri Solanki.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa benteng Chittorgarh adalah ibukota Mewar selama 834 tahun. Dinasti ini didirikan pada tahun 734 M oleh Iwan Fals Rawal, seorang pendiri dan penguasa dalam hierarki Sisodia Mewar.
Elevasi tertinggi di benteng ini adalah 1.075 m (3,526.9 ft). Bangunan benteng terletak di tepi kiri sungai Berach (sebuah anak sungai dari Sungai Banas). Bangunan benteng ini terkait dengan kota baru Chittorgarh (dikenal sebagai ‘Kota Bawah’) yang dikembangkan di dataran setelah tahun 1568 M sejak benteng itu kosong berikut Udai Singh II yang melarikan diri ke Udaipur setelah Sultan Akbar menyerang dan menjarah benteng ini.
Sebuah jalan bukit yang berkelok-kelok lebih dari 1 km (0.6 mil) dari kota baru mengarah ke ujung barat gerbang utama, yang disebut Ram Pol. Dari dalam benteng, jalan melingkar menyediakan akses ke semua pintu gerbang dan monumen yang terletak di dalam dinding benteng.
Dulu di dalam benteng ini terdapat sekitar 84 tempat penampungan air. Bentuknya terdiri dari kolam dan sumur. Namun kini hanya tersisa 22 saja yang masih berfungsi. Tempat-tempat air ini menampung air dari mata air sekitar dan curah hujan. Dari semua tempat air yang ada maka mereka memiliki daya tampung sebanyak 4 miliar liter air, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk 50.000 orang pasukan. Bahkan pada masanya dapat menyediakan air secara percuma selama kurun waktu empat tahun lebih.
Benteng ini juga memiliki tujuh pintu gerbang (dalam bahasa lokal, gerbang disebut “Pol”), yaitu Padan Pol, Bhairon Pol, Pol Hanuman, Ganesha Pol, Pol Jodla, Laxman Pol dan gerbang masuk utama yaitu Ram Pol (gerbang raja Rama). Sebuah jalan melingkar di dalam benteng menghubungkan semua gerbang dan menyediakan akses ke berbagai monumen (istana dan 130 kuil) di dalam benteng.
Selain itu, pintu gerbang dengan bentuk lengkungan dirancang dengan sangat kuat untuk bisa menangkis serangan para gajah dan tembakan meriam. Bagian atas gerbang juga telah dirancang untuk mempermudah para pemanah dalam menembakkan anak panahnya kearah tentara musuh. Dan satu lagi yang sangat unik di dalam benteng ini adalah karena terdapat dua buah menara yang sangat indah sebagaimana gambar diatas. Ini adalah bukti tentang kemajuan dari arsitektur mereka tempo dulu.

Petra, Sebuah Kota Di Yordania








Petra (dari πέτρα petra, "batu" dalam bahasa Yunani; bahasa Arab: البتراء, al-Bitrā) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba. Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'batu'. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding di batu di Yordania. Petra adalah kata dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’.

Petra merupakan symbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batudi Wandi Araba, sebuah lembah bercadasdi Yordania. Kota ini didirikan dengan mengali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9SM-40M oleh Raja Aretas IV sebagai kita yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.

Nabatean membangun petra dengan sisitem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjirmedadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.

Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Hari ini, Istana Makan Hellenitis yang memilik tinggi 42 meter masih berdiri impresif disana.

PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.

Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewiArab kuno.

Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.

Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.

Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.

Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.

Pada tahun 106 M, Romawimencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.

Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.
PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)
Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa.

Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubahberwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.

Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.

Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi.

Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islamhadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani.

Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya.

Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi 'kota yang hilang' selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.

Ending Dora Emon