Customer Relations

William F Arens menyatakan bahwa Public Relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun /mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap publik guna menciptakan hubunganyang saling menguntungkan.

Fokus dari definisi yang disampaikan kan Arens menyangkut 4 hal penting : Manajemen relasi, Manajemen komunikasi, Hubungan baik dan Meningkatkan Pencitraan.

Siapakah Publik yang dimaksud Arens, Publik tersebut diantaranya adalah :
- Stakeholder
- Employee
- Investor
- Communities
- Media
- Government
- Customer

Dari serangkaian Publik yang dimaksud Arens, siapakah yang dimaksud dengan investor? Investor adalah pemegang saham yang merupakan pihak yang paling utama harus dilayani karena memberikan kontribusi pendanaan untuk pengembangan perusahaan.


Investor dikategorikan
- Jenis pelakunya yaitu perorangan dan institusi/badan
- Berdasarkan kewarganegaraannya yaitu domestik dan asing
- Berdasarkan perolehan sahamnya, yaitu pendiri dan bukan pendiri
- Berdasarkan motivasi dan jangka waktu pemilihannya, yaitu jangka pendek dan
jangka panjang
- Berdasarkan karakteristik, yaitu investor aktif dan non aktif

Terkait dengan kegiatan PR apa yang dimaksud Investor Relations? Yaitu kegiatan pemasaran korporat yang menggabungkan disiplin komunikasi dan pemasaran untuk memberikan gambaran yang tepat mengenai kinerja dan prospek perusahaan kepada para investor dan calon investor (National Investor Relations Institute).

Ukuran keberhasilan Investor Relations adalah Nilai Perusahaan dan Modal Perusahaan.

Siapakah pihak-pihak yang terkait dalam Investor Relations ?
- Pihak yang melindungi kepentingan pemegang saham (Bapepam, Bursa Efek)
- Wartawan
- Perusahaan Efek
- Lembaga penunjang pasar modal (Notaris, Akuntan publik, Biro Administrasi Efek)
- Pesaing sebagai investor
- Peneliti ekonomi dan keuangan independen
- Affinity Group yaitu stakeholder yang sudah atau berniat menjadi pemegang saham

Kegiatan apa saja yang dilakukan terkait kegiatan Investor Relations ?
- Rapat Umum Pemegang Saham
- Roadshow
- Publish Expose
- Release

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS biasanya dibagi dalam 2 kategori yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
Agenda-agenda yang dibicarakan dalam RUPS Tahunan biasanya adalah :
- Pertanggungjawaban Direksi seperti penyampaian laporan keuangan tahunan kepada
pemegang saham
- Keputusan penggunaan laba
- Penunjukkan Akuntan Publik untuk tahun buku selanjutnya.
- Perubahan Komisaris/Direksi (jika ada)

Agenda-agenda yang dibicarakan dalam RUPS Luar Biasa biasanya adalah : Agenda-agenda diluar agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan misalnya tentang perubahan komisaris sebelum berakhir masa jabatan

Siapakah peserta RUPS :
- Pemegang Saham
- Untuk RUPS tahunan menghadirkan Notaris / Akuntan Publik
- Untuk RUPS Luar Biasa menghadirkan Penilai Independen

Roadshow
Roadshow adalah Kegiatan komunikasi keuangan yang dilakukan untuk membangun image dan reputasi di mata investor dan calon investor (dalam atau luar negeri)
Media Roadshow adalah One on one meeting dan Conference Pers.

Public Expose
Public Expose adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk menyampaikan kinerja keuangan kepada public.
Peserta Public Expose terdiri dari Pemegang saham, Calon investor (diwakili analis) dan Custodian (Dana Pensiun

Contoh RUPS di sebuah Bank Tbk, pembagian kerja dalam event RUPS biasanya terdiri dari :
Tugas Regulasi
- Mengirimkan surat kepada Bapepam yang isinya pemberitahuan tertulis akan
mengadakan RUPS (7 hari sebelum iklan pemberitahuan di surat kabar.
- Memuat iklan pemberitahuan di surat kabar (minimal 2 sk), 1 di tempat kedudukan
perseroan, 1 yang berskala nasional.
- 14 hari kemudian iklan panggilan RUPS di surat kabar (minimal 2 sk), 1 di tempat
kedudukan perseroan, 1 yang berskala nasional.
- RUPS sekurang-kurangnya 14 hari setelah iklan
- Pemuatan iklan hasil RUPSdi surat kabar (minimal 2 sk), 1 di tempat kedudukan
perseroan, 1 yang berskala nasional.
- Menyampaikan hasil laporan ke Bapepam dengan dilampirkan bukti iklan

Tugas PR
- Memastikan seluruh sarana dan prasarana penyelenggaraan RUPS (ruangan,
- Memastikan peserta memenuhi qorum
- Menghadirkan notaris untuk mensahkan hasil RUPS dalam bentuk akte notaris

Hal-hal yang dilakukan setelah RUPS :
- Menyelenggarakan Press Conference
- Menyiapkan ruangan
- Menghadirkan Direksi sebagai nara sumber
- Menyiapkan Press Release
- Mengundang Pers
- Memonitor pemberitaan hasil RUPS

(Disarikan oleh : Dra. Erni Purnamawati MSi)

Hasil Photosop Mr Bean

Photoshop adalah software yang digunakan untuk memodifikasi gambar atau foto secara profesional baik meliputi modifikasi obyek yang sederhana maupun yang sulit sekalipun. Photoshop merupakan salah satu software yang berguna untuk mengolah gambar berbasis bitmap, yang mempunyai tool dan efek yang lengkap sehingga dapat menghasilkan gambar atau foto yang berkwalitas tinggi (jika ingin lebih jauh mengetahui tentang gambar berbasis bitmap silakan download dokumennya di sini).
Kelengkapan fitur yang ada di dalam Photoshop inilah yang akhirnya membuat software ini banyak digunakan oleh desainer grafis profesional. Dan mungkin juga sampai saat ini masih belum ada software desain grafis lain yang bisa menyamai kelengkapan fitur dalam Photoshop.
Photosop banyak dugunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya tentunya untuk yang sekedar iseng seperti pada Mr Bean.



















Sumber foto : kaskus

10 Museum yang Wajib Dikunjungi

1. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum ini dulunya adalah sebuah stasiun kereta api Belanda yang bernama Stasiun KA Ambarawa. Setelah kemerdekaan, stasiun ini diubah menjadi museum yang mnyimpan berbagai benda dari stasiun itu. Museum ini menyimpan 21 koleksi Kereta uap, kita bahkan bisa menaiki 2 dari kereta uap itu dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Bedono. 2 kereta tersebut, B2502 dan B2503, adalah 2 dari 3 kereta api bergerigi di dunia yang masih beroperasi.Alamat :Jl. Stasiun Ambarawa No. 1 Ambarawa

2. Museum Polri

Museum ini tentunya menjelaskan berbagai sejarah, kegiatan, dan peralatan yang dipakai oleh POLRI. Di museum ini, ada juga kids corner untuk bermain detektif dan alat pendeteksi kebohongan.Alamat : Jl. Trunojoyo No. 1, Jakarta Selatan

3. Museum Anak Kolong Tangga (Yogyakarta)

Museum ini menampilkan berbagai permainan anak-anak tradisional dari Indonesia dan dunia. Enaknya, kita bisa memainkan beberapa dari mainan tradisonal itu. Kita juga bisa melihat mainan anak dari zaman kerajaan.Alamat Jl.Sriwedani no.1. Yogyakarta 55122

4. Museum Layang-layang

Museum ini menampilkan berbagai jenis layang-layang, yang terbuat dalam berbagai jenis. Disini kita bisa menemukan layangan besar bernama Ikan Singa, Layangan yang mengeluarkan bunyi, serta workshop membuat layangan.Alamat : di Jl Tuntang I No 23 Perum Karawaci

5. Museum Transportasi

Museum ini menampilkan berbagai jenis transportasi di Indonesia, dari zaman pedati, lokomotif uap, dan bus DAMRI. Selain itu, ada juga transportasi laut dan udara kuno yang ditampilkan di sini.Alamat : Jl. Raya Taman Mini Pintu 1 Ceger, Cipayung - Jakarta Timur


6.Museum Listrik dan Energi Baru

Di museum ini, kita bisa melihat berbagai peragaan tentang energi, seperti rumah solar dan mobil tenaga surya. Kita bisa mencoba semua peragaan tersebut, yang menarik adalah peragaan mesin Tesla, Van de Graff, dan sepeda Kinetik.Alamat : Jl. Raya Taman Mini. Phone. : 021-8413451-54

7.Museum Geologi Bandung

Museum ini menampilkan berbagai macam fosil dari binatang-bintang purba dan sejarah geologi di Indonesia. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1929. Disini kita bisa melihat fosil dinosaurus, Tyrannosaurus Rex, gajah Mastodon, dan binatang purba lainnya. Kita juga bisa melihat maket-maket tentang geologi di sini.Alamat :Jl. Diponegoro No.57 Bandung 40122

8. Museum Kartun Indonesia (Bali

Selain keindahan pantainya, Bali juga mempunyai museum yang menarik ini. Isinya tentu adalah sejarah kartun di Indonesia. Di sini kita bisa melihat berbagai kartun, komik, dan karikatur karya anak bangsa. Kita juga bisa melihat koleksi kartun karya Presiden Soekarno, dan bisa meminta seorang pelukis untuk melukiskan karikatur kita.Alamatnya : Jln. Sunset Road 85 Kuta Bali


9. Museum Bank Indonesia

Museum ini adalah museum yang modern, berbeda dari museum lainnya yang biasanya bernuansa kuno. Museum yang berdiri tahun 2006 ini tentu saja menjelaskan sejarah bank Indonesia. Yang hebat dari museum ini, semuanya serba modern, mulai dari animasi di bioskop mini, teknologi touch screen, dan semua informasi tertata sangat sistematis. Disini kita tak bisa melewatkan permainan tangkap uang virtual dan mengangkat emas batangan.Alamatnya Jl. Pintu Besar Utara No.3 (seberang Stasiun Kereta Api Kota) Jakarta Barat 11110


10. Museum nasional

Ini adalah museum tertua yang ada di Indonesia, selain itu koleksi sejarahnya paling lengkap, dan terbesar di Indonesia. Disini, kita bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia yang amat banyak dan beragam. Museum ini pertama didirikan tahun 1778, dan memiliki sekitar 142.000 koleksi bersejarah dari zaman pra-sejarah dan sejarah Indonesia. Kita bisa melihat kapak purba, kalung pra sejarah, prasasti, dan benda-benda bersejarah lainnya. Yang paling menarik disini adalah Prasasti Yupa, Arca Bhairawa Buddha, serta koleksi emas nusantara.
Alamatnya : Jl. Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat

Iklan Full Body Painting

DI London, Inggris, orang-orang di jalanan senantiasa menyaksikan pemandangan baru karya-karya seni rupa yang berjalan-jalan. Karya-karya tersebut adalah lukisan-lukisan di tubuh bus, baik yang bertingkat (double decker) atau tak bertingkat (single decker). Bak merak yang memamerkan keelokan tubuhnya, bus-bus itu menyusur rute demi rute. Kehadiran ribuan bus bergambar ini tentulah mewarnai kota London yang setiap harinya ditutup kabut kesibukan, nyaris tidak tembus warna-warni cahaya.

Masyarakat di sepanjang trotoar New York, Amerika Serikat, dalam setiap kwartal digembirakan dengan kemunculan baliho-baliho film baru yang meluncur dari halte ke halte. Meluncur, karena baliho-baliho ini menempel di tubub-tubuh bus. Daya indah dan promosi poster yang dirancang desainer poster film, di-terjemahkan di atas lekuk-lekuk tubuh bus hingga kemudian film Evita, The English Patient, Jerry Maguire atau Mars Attack seperti digotong ke mana-mana. Masyarakat New York, selain disuguhi informasi kultural juga dilintasi hiburan visual dari jam ke jam.

Lukisan-lukisan iklan di tubuh bus atau full body painting advertising, kini semakin diminati banyak pihak. Pasalnya, di mata penghasil produk, peneraan iklan di tubuh kendaraan umum seperti bus dinilai sangat efektif. Gambar-gambar iklan tidak dicari oleh mata para konsumennya, namun sebaliknya, justru

menghampiri pandangan masyarakat di mana saja. Mobilitas bus kota yang tinggi menjanjikan kerapnya perjumpaan mata publik dengan seni rupa promotif itu. Kesadaran efektivitas pro-mosi lewat tubuh bus, mendorong tumbuhnya kreativitas perancang desain iklan di tubuh bus. Tak cuma di kota gemerlap seperti London, New York, Ber-lin atau Paris saja seni rupa bus kota itu muncul, tapi juga di Jakarta.

Di kota berpenduduk sekitar sembilan juta manusia ini bus hadir sebagai sarana ang-kutan yang amat vital. Ia bergemuruh melintas-lintas dari Blok M ke Kota, dari Kota ke Kampung Rambutan, dari Pulogadung ke Lebakbulus, dari Grogol ke Serpong, terus berputar-putar. Bayangkan bila semua bus tersebut diselimuti gambar-gambar indah, betapa hiburan mata tak pernah lepas.

Sementara itu sebuah tatanan gambar iklan yang bagus adalah medium untuk meng-asah sensibilitas masyarakat atas dunia seni rupa yang lebih luas. Biasanya dari sensasi-sensasi gambar iklan itulah seseorang akan dibawa menuju ke penikmatan karya seni rupa yang menyimpan dimensi spiritual lebih dalam. Sebagai public art seni rupa di tubuh bus sangat menjanjikan jangkauan penikmatan yang nyaris tak terbatas.

Dibanding dengan kota-kota besar lain di negara maju, gambar-gambar iklan di tubuh bus Jakarta belum jauh berkembang. Meskipun cikal bakal seni rupa di bus ini sudah muncul 40 tahun lalu, ketika Perum PPD mengiklankan Colgate's odol di pundak opletnya. Gambarnya sederhana, seorang wanita muda berbaju encim nampak tersenyum kepada semua orang. Giginya yang putih berkilatan, di sebelahnya gambar odol.

Meski belum optimal, kecenderungan bersenirupa iklan di kendaraan umum - biasanya bus - dalam empat tahun terakhir bukan main meningkat. Sebuah data menulis, tahun 1993 total pengeluaran untuk media di luar ruang Rp 35 milyar. Tahun 1994 naik tiga kali lipat menjadi Rp 176 milyar. Tahun lalu terbilang lebih dari Rp 250 milyar. Satu dari media luar ruang itu adalah iklan di tubuh bus yang dianggap sebagai sarana promosi efektif.
(penulis naskah Agus Dermawan T)









Belengu Itu Bernama PERSEPSI


Oleh
Dede meki mekiyanto

Diantara pembaca mungkin ada yang pernah melihat salah satu episode dalam film komedi Mr. Bean ketika Mr. Bean akan mengganti pakaian di pinggir pantai. Pada saat dia akan mengganti pakaian, terdapat seorang lelaki berkacamata hitam sedang duduk di kursi. Mr bean merasa risi karena sesekali si pria berkacamata hitam itu sering mengadapkan wajahnya ke arah Mr. Bean dan Bean menganggap pria tadi melihat dan memperhatikan apa yang dilakukannya. Karena dia merasa perlu untuk ganti pakaian dalam, dengan terpaksa dan meski susah payah Mr. Bean mengganti pakaian dengan triknya dia agar tidak memalukannya dihadapan orang itu. Dan akhirnya setelah bersusah payah Mr. Bean berhasil mengganti pakaian. Akan tetapi seketika itu pula pria berkacamata hitam berdiri dan berjalan menggunakan tongkat. Eh…. Rupanya si pria berkacamata itu Buta alias tidak bisa melihat. He…he….

Scene film sederhana ini mengandung makna bahwa, begitulah yang namanya PERSEPSI atau PRASANGKA. Mr. Bean berprasangka atau berpresepsi bahwa pria itu sering melihat apa yang dia lakukan. Dan ternyata si lelaki itu tidak bisa melihat, bahkan dia tidak tahu bahwa disitu ada Mr. Bean mungkin, lebih lebih lagi apa yang lakukannya. Jika dalam bahasa kita, bean berkata, “ngapain aku susah-susah ganti neh celana, wong orang itu buta kok…”

Pembaca yang budiman, Itulah PERSEPSI. Kadang kita terhanyut dengan persepsi kita sendiri dan sering kali salah.
Dalam tulisan ini, penulis mencoba mengambil 2 (dua) resferensi yang membahas tentang Persepsi ini, yaitu dari ESQ Leadership Center dan Harun Yahya (Penulis: Mr. Adnan Octar)

1. ESQ Leadership Centre Model
Salah satu ESQ Model, yang dikeluarkan oleh ESQ training center, menguraikan bahwa “Terdapat 7 hal yang membelenggu potensi diri kita sebagai Hamba Allah, yang selalu menghalangi cahaya Ilahi dalam diri” yaitu :

1 Prasangka Negatif
2 Prinsip Hidup
3 Pengalaman
4 Kepentingan
5 Sudut Pandang
6 Pembanding
7 Literatur (yang melahirkan fanatisme)

Untuk lengkapnya mungkin salah satu sumber bisa dibaca di link ini atau ke Web site ESQ

Coba kita renungkan semua pendapat atau prasangka atau persepsi yang pernah kita utarakan dan yakini, Seberapa banyak pendapat kita itu benar dan seberapa banyak pendapat kita salah? Baik itu benar atau salah, sudah pastinya akan mengacu kepada ketujuh hal di atas.

Contoh yang paling gampang, sesama umat islam, kita sering mangalami perbedaan waktu awal Ramadhan dan perbedaan hari Lebaran, kenapa? Karena masing-masing memiliki literatur masing-masing yang diyakini masing-masing malah dijadikan fanatisme. Sehingga apa yang terjadi? Kesempatan untuk menjalin Kebersamaan umat telah disia-siakan begitu saja oleh sebab suatu persepsi. Padahal Agama mengajarkan kita untuk bersatu dan hidup berjamaah dalam kehidupan.

Contoh lain yang popular adalah dalam dunia politik, tidak sedikit sesama muslim atau sesama agama, mudah bertengkar, menghina, mencaci, membuka aib dan merendahkan saudaranya sendiri hanya karena berbeda kepentingan politik. Tidak sedikit pula terbukti seorang politisi yang pindah dari partai satu ke partai lain lalu pindah lagi ke partai lain, hanya karena merasa kepentingannya tidak sejalan lagi dengan partainya. Sehingga nilai ‘kekhalifahan’ yang sesungguhnya tertanam dalam dunia politik, menjadi tertutup oleh sebab kepentingan, ego, prasangka negatif dll yang pada akhirnya tujuan yang benar sebagai khalifah dengan cara berpolitik sirna oleh sebab belenggu tersebut.

Tidak sedikit kita mendengar sekelompok anak sekolah melakukan tawuran hanya karena fanatisme sekolah, sehingga anak sekolah lain yang sesungguhnya adalah saudara sendiri seiman bisa dibinasakan dengan mudahnya. Dan akibatnya mereka akan merugi dengan sendirinya. Fanatisme itu akan menutup potensi diri untuk berkembang dan melahirkan sifat benci dan perpecahan.

Tidak sedikit sebagian istri yang tidak bersyukur atas keadaan suaminya hanya karena dia lebih mudah membandingkan apa yang diperoleh tetangga atau rekannya daripada dirinya dan suaminya. Sehingga dari belenggu yang suka membanding-bandingkan MENUTUP sifat suka bersyukur dan justru melahirkan sifat Kufur yang jelas-jelas akan mencelakakan diri dan keluarganya.

Dan masih banyak lagi contoh-contohnya yang oleh sebab persepsi yang salah sehingga membuat kita celaka dan merugi, baik dari sisi fisik, ruhani maupun di hari pembalasan.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (QS. Al-Hujurat 49:12)


2. Harun Yahya
Dari salah satu literatur dari Harun Yahya, berjudul Timelessness and The reality of fate (Ketiadaan waktu dan relitas takdir) dalam bab-bab awal menjelaskan tetang persepsi.

Persepsi atau prasangka kita terhadap sesuatu, menurutnya ternyata hanya dibatasi oleh 5 indra yang kita miliki. Menurutnya, kita telah tebiasa sejak lahir HANYA oleh 5 indra yang kita miliki. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, rasakan, cium dan raba. Misal kita melihat sesuatu, sesungguhnya yang terjadi adalah terjadi pergerakan sinar-sinar elektris dari benda tersebut sampai ke lensa mata kita, dan dilanjutkan ke otak dan kemudian diolahlah berdasarkan database yang telah tersimpan. Begitupun dengan perasa, penciuman, peraba, pedengaran. Apel berwarna merah pun, kita mengatakan merah sebgai akibat pergerakan sinar-sinar elektis yang sampai ke mata, kemudia input ini dibawa ke otak, dan dari hasil memori mengatakan bahwa itu Merah. Andaikan saja dalam perjalanan sinar-sinar elektris itu terdapat halangan atau gangguan yang mengakibatkan informasi ke otak lain, maka otak akan mengatakan warnanya lain pula.

Jadi, respon yang dilakukan setiap insan, baik itu marah, kesal, gembira, senang dan lain-lain yang disebabkan oleh suatu inputan yang diterima mata atau hidung atau kulit atau telinga atau lidah yang telah sampai ke otak dan otak meresponnya sesuai data di otak. Jika jeruk manis membuat orang senang dan jeruk asam membuat orang mencibir atau bahkan marah kepada penjual, maka bukankah itu artinya kita telah tunduk kepada 5 indra? Padahal menurut harun yahya, secara hakikat fisik itu tidak ada. Merah itu tidak ada, asam itu tidak ada yang ada adalah persepsi warna merah, persepsi masam dll.

Dari bahasan dalam Harun Yahya tersebut, mari kita kembangkan dengan beberapa contoh berikut,

Misal ketika seorang pekerja menghampelas kayu, dan menurut perabaannya dia selama dia bekerja, permukaan kayu yang dihasilkannya itu adalah permukaan yang paling halus yang telah diakui menurut sebagian banyak pembeli sebelumnya. Tetapi ketika yang meraba adalah kita, ternyata stimulus yang dimulai dari kulit kita yang masuk ke otak mengatakan bahwa kayu itu belum halus benar. Sehingga dengan mudahnya kita mengkomplen sang tukang untuk lebih menghaluskannya lagi. Dan tentu sang tukang kayu pasti akan kaget, karena menurut dia rabaannya sudah yang paling halus.

Nilai pribadi seseorang bisa dilihat dari respon dari stimulus apa yang telah masuk kepadanya. Baik atau tidaknya pribadi seseorang bisa dilihat salah satunya dari respon yang dia lakukan atau berikan dari suatu stimulus yang terjadi pada dirinya. Sabar, syukur, disiplin, mampu mengendalikan hawa nafsu, dll itu semua merupakan respon diri terhadap suatu kejadian.

Contoh lain misalnya kisah berikut:
Misal ada seorang pemuda bernama Rudi, menerima pemberian jeruk dari Said temannya. Said berniat memberikan jeruk kepada rudi karena Said memiliki 2 jeruk dan berniat untuk berbagi dengan Rudi. Setelah memberikan jeruk, Said pergi karena ada keperluan. Rudi langsung memakan jeruk tadi dan ternyata jeruknya rasanya kecut. Respon yang dilakukan Rudi saat itu dengan mengatakan, “Sialan tuh si Said ngasih jeruk yang kecut gini, ah dasar pelit, kalau ngasih yang manis donk” sambil bersungut-sungut di mengumpat temennya. Pada saat itu Rudi beserta temannya Sardi, dengan santai Sardi berucap kepada rudi, “Sudahlah rud, mending coba makan buah ini neh, buah dari afrika, namanya miracle fruit, coba lah enak lo” lalu rudi memakan buah miracle fruit tersebut. Selang berapa menit ngobrol dengan rudi, Sardi berkata lagi,”Kamu bilang tadi jeruknya kecut? Masa sih? Coba sekali lagi, manis kali? “, Rudi akhirnya nurut, dan dia makan lagi jeruk yang kecut tadi… apa yang terjadi? Rudi berkata, “wah manis juga ya… wah, saya telah mengumpat said lagi, padahal jeruk ini ternyata manis…” Setelah itu di habiskan jeruk dan dalam hati dia mau minta ma’af ke Said.

Kisah sederhana ini merupakan bagaimana kita merespon terhadap suatu stimulus yang bermula dari indera perasa yaitu lidah. Sebegitu mudah orang merespon dengan mengumpat orang lain atau tidak bersyukur hanya karena rasa yang diterima oleh lidah tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Dan dengan sedikit sentuhan perubah rasa di dalam lidah, respon pun berganti dengan seketika. Miracle fruit adalah buah merah dari Afrika Barat yang apa bila kita memakannya terlebih dahulu, akan merubah struktur kimia makan yang kecut menjadi manis di lidah menjadi manis, informasi manis ini akan sampai ke otak dan respon yang akan dijawab oleh otak adalah dengan mengatakan manis. Lihatlah, betapa nilai sesorang bisa berubah hanya karena berubah respon sebagai akibat dari apa yang diterima oleh indera kita berupa stimulus yang berbeda.

Pembaca yang budiman, bagi yang mengerti akan betapa kuatnya suatu persepsi bisa mempengaruhi diri kita, termasuk perbuatan yang akan kita lakukan, maka marilah kita hantarkan pribadi kita untuk menjadi pribadi yang unggul dimana setiap respon yang kita lakukan akibat dari stimulus yang kita terima adalah respon yang baik dan berakhlaq baik dan yang DIINGINKAN TUHAN.

Dengan kita mampu menghindari belenggu-belenggu fikiran, semoga potensi diri menjadi terbuka lebar dan berakhir dengan kebahagiaan hidup tanpa batas.

Yakinilah bahwa semua yang diinginkan Tuhan dari kita adalah segala hal yang keluar dari diri kita bernilai baik.

Jika kita masih sering berpendapat dan berpersepsi salah , maka Berhentilah membanggakan dan memaksakan persepsi kita sendiri. Terutama terhadap anak-anak, dimana mahkluk Tuhan yang masih kecil itu jelas-jelas memiliki persepsi dan frekuensi sendiri, sesuai dengan apa yang mereka maksud, maka sesuaikanlah persepsi dan frekuensi kita kepadanya, bukan kita yang memaksakan persepsi kita kepadanya, tetapi kita yang mesti menyesuaikan dengan persepsi dia. Kadang kita menilai anak kita lelah sekolah karena jam sekolahnya lama, tetapi si anak mungkin bisa jadi senang dan bahagia menjalani sekolahnya meski lama, kenapa kita mesti menghentikan kebahagiaannya di sekolah?

Demikian tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat.

Wassalam
Dedemeki

Persepsi


1. Definisi Persepsi

Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. Persepsi adalah juga inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu,semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. Persepsi meliputi :

· Penginderaan ( sensasi ), melalui alat – alat indra kita ( indra perasa, indra peraba, indra pencium, indra pengecap, dan indra pendengar ). Makna pesan yang dikirimkan ke otak harus dipelajari. Semua indra itu mempunyai andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia.penglihatan menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk diinterprestasikan. Pendengaran juga menyampaikan pesan verbal ke otak untuk ditafsirkan. Penciuman, sentuhan dan pengecapan, terkadang memainkan peranan penting dalam komunikasi, seperti bau parfum yang menyengat, jabatan tangan yang kuat, dan rasa air garam dipantai.

· Atensi atau perhatian adalah, pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan, proses kognitif lainnya.Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.

· Interpretasi adalah, proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol- simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan).

2. Budaya dan Persepsi

Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Agama, ideologi, tingkat ekonomi, pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Denagn demikian persepsi itu terkait oleh budaya ( culture – bound ). Kelompok – kelompok budaya boleh jadi berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. Orang Jepang berpandangan bahwa kegemaran berbicara adalah kedangkalan, sedangkan orang Amerika berpandangan bahwa mengutarakan pendapat secara terbuka adalah hal yang baik.

Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi persepsi kita ketika kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain, yakni :

· kepercayaan (beliefs), nilai ( values ), sikap ( attitude )

· pandangan dunia ( world view )

· organisasi sosial ( sozial organization )

· tabiat manusia ( human nature )

· orientasi kegiatan ( activity orientation )

· persepsi tentang diri dan orang lain ( perseption of self and other )

3. Persepsi selektif, organisasi, dan penafsiran

Setiap orang memperhatikan , mengorganisasikan dan menafsirkan semua pengalamannya secara selektif. Stimuli secara secara selektif artinya, stimuli di urutkan, dan selanjutnya, disajikan sebuah gambaran yang menyeluruh, lengkap, dan dapat di indera. Tidak mudah memahami cara orang lain mengorganisasikan sekaligus memikirkan cara kita sendiri. Setelah stimuli dipersepsi dan diorganisasikan secara selektif, selanjutnya stimuli ditafsirkan secara selektif pula, artinya stimuli diberi makna secara unik oleh orang yang menerimanya.

4. Pengamat / objek / konteks

Seperti mempersepsi benda mempersepsi orang lain juga dapat ditinjau dari 3 unsur yaitu :

· pengamat

· objek persepsi

· konteks yang berkaitan denagn objek yang diamati

Sebagai pengamat anda juga dipengaruhi oleh atribu –atribut anda sendiri. Misalnya orang cenderung membuat penilaian umum, positif ataupun negatif. Namun, karena persepsi personal merupakan proses tradisional, maka atribut – atribut tersebut dapat berubah. Sesekali kesalahan persepsi dapat diperbaiki. Namun, biasanya suatu kesalahan persepsi diikuti kesalahan persepsi lainnya. Sehingga, penyimpangan yang terjadi semakin parah.

5. kegagalan dan kekeliruan dalam persepsi

Persepsi kita seringkali tidak cermat. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. Kita mempersepsikan sesuatu atau seseorang sesuai dengan pengharapan kita. Beberpa bentuk dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut :

· Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain.

· Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat- sifatnya yang spesifik.

· Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok.

· Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ), yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu.

· Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri, yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru.

6. Bagaimanakah sebuah pembentukan kesan ?

* Meperhatikan diri sendiri
* Konsep diri adalah kesan anda yang relatif stabil menegenai diri sendiri.
* Umpan balik adalah sikap yang menunjukan sikap respon atau menanggapi lawan main
* Rasa malu
* Ramalan yang dipenuhi diri sendiri
* Atribusi pelaku

Kebanyakan orang membentuk kesan atas oranglain dengan mudah, namun mereka merasa sulit bila diminta menjelaskan prosesnya. Kesan adalah kata yang kita gunakan untuk penilaian kita.

7. Kesan Pertama

Penilaian kepribadian digunakan untuk menjelaskan dan memperkirakan perilaku berdasarkan informasi yang amat terbatas. Bagaimanakah informasi yang ada dimanfaatkan dalam pembentukan kesan pertama?. Sebenarnya, setiap orang tampaknya mempunyai teori khusus kepribadian atau biasa disebut degan teori implisit. Pada intinya istilah in berarti bagaimana kita memilih dan mengorganisasikan informasi tentangorang lain berdasarkan perilaku yang kita rasa dimilikinya.

8. Beberapa variable yang mempengaruhi kecermatan persepsi

Ada beberapa variable yang dapat mempengaruhi kecermatan dalam persepsi . Berbagai kajian menunjukan sedikitnya tiga generalisasi yang dapat dibuat

* Ada orang – orang yang lebih mudah menilai dari orang –orang lainnya, mungkin mereka lebih terbuka mengenai diri sendiri
* Beberapa sifat lebih mudah diniai daripada beberapa sifat lainnya
* Kita dapat menilai orang lebih baik bila orang tersebut mirip dengan kita.

Sumber : http://kuliahkomunikasi.com

Komunikasi Virtual, Internet...


Internet merupakan revolusi komunikasi yangs angat luas dan mendalam. Dunia digital telah mengubah komunikasi di dalam organsisasi dan diantara organsiasi dengan berbagai public yang berbeda-beda. Dalam PR, Internet adalah jalur infromasi bebas hambatan.

Pakar media-baru John Pavlik dan Shawn McIntos mengatakan tentang perubahan “konvergensi media” sebagai berikut:

Menyatunya telekomunikasi, computer, dan media dalam lingkungan digital. Konvergensi dan perubahan yang dihasilkannya telah mengubah banyak aspek dasar dari media massa dan komunikasi

Kemajuan teknologi telah mengubah produksi komunikasi, distribusinya, penyampaiannya, dan penyimpanannya. Dan meskipun banyak orang yang mengakui bahwa teknologi media baru telah mengubah cara PR dijalankan, kecepatan perubahan telah membuat PR harus bersusah payah untuk terus mengikutinya. Konsekuensinya, Institute for Public Relations dan WORLDCOM Public Relations Group melakukan studi dampak internet terhadap PR. Meskipun temuannya mungkin tidak mengesankan bagi mahasiswa sekarang, namun mereka berhasil mendokumentasikan perubahan besar dalam praktik yang dimulai sejak abad ke – 20. Kesimpulan studi itu antara lain:

* Ada kesepakatan yang hampir bulat (98%) di kalangan professional PR bahwa kemajuan teknologi seperti e-mail dan Intenet telah memengaruhi cara kerja mereka
* Mayoritas (91%) percaya bahwa mereka kini berhubungan dengan lebih banyak orang dalam bisnis dan lingkungan professional mereka ketinbang sebelum ada e-mail. Hanya 7% yang tidak setuju dengan pernyataan ini
* Sebagian besar (90%) sepakat bahwa kemampuan cepat untuk menyampaikan komunikasi tertulis vie e-mail dan akses ke informasi real-time melalui internet telah mempercepat langkah pembuatan keputusan dalam jurnalisme berita.
* Profesional PR yang disurvei dalam studi ini rata-rata menghabiskan waktu antara 15 sampai 19 jam online setiap minggu, dan melakukan online rata-rata 5,8 hari per minggu … sepertiganya (33%) mengatakan bahwa mereka online tujuh hari seminggu.
* Subjek juga ditanya apakah mereka akan memilih Koran harian, computer berkoneksi Internet, radio atau televisi apabila mereka kesasar di suatu tempat selama beberapa waktu yang lama dan hanya ada akses ke media-media tersebut. Hasilnya menunjukan 69% memilih komputer ber-Internet. (Donald K. Wright (Principal Investigator), “The Magic Communication Machine: Examining the Internet’s Impact on Public Relations, Journalism and the Public” (Gainesville, FL: The Institute for Public Relations,2001), 37-39. (Online di http://www.instituteforpr.com/internet_-_news_technology.phtm.)

Studi ini juga menemukan kemungkinan perubahan lain dalam cara operasi PR vis-à-vis media:

Dalam kenyataannya, salah satu keuntungan terbesar dari internet sebagai medium PR adalah kemampuan riilnya untuk…memberikan akses langsung dan cepat ke audien spesifik, dan karenanya lebih unggul daripada media berita tradisional. (Ibid.,36)

Akan teteapi perubahan ini bahkan jauh lebih medalam. Pengkodean pesan telah berubah dari analog ke digital, yang oleh Nicholas Negroponte dinamakan transisis dari “atom” ke “bits” (Nicholas Nagroponte, Being Didital (New York: Vintage Books, 1995), 11-20. Perubahandari atom ke digit, yang menyebabkan konvergensi, mengubah sifat dari komuniikasi. Dalam era “analog” pihak publisher menyebarkan informasi ke audien yang memiliki cara tertabatas untuk berkomunikasi satu sama lain atau berkomunikasi dengan sumber infromasi. Sebaliknya,

Audien di era konvergensi dapat berkomunikasi dengan pihak-pihak yang menciptakan dan memublikasikan isi komunikasi massa lewat e-mail, forum online, dan media interaktif lainnya dengan mudah dan cepat. Selain itu mereka juga bisa mencoptakan isi komunikasi massa sendiri, dan mendapatkan audien yang lebih besar dengan biaya yang lebih murah ketimbang jika dilakukan dengan media tradisional. ( Blogger Patrick Belton, sebagaimana dikutip oleh Alan Elsner, “Bloggers Make Debut at Democratic Convention,” Reuter (26 Juli 2004). (http://www.reuters.com/newsArticle.html?type=internetNews&storyID=5777817)

Misalnya, weblogs atau “blogs” dimulai sebagai jurnal elektronik pribadi di Internet. Blogger dapat “memublikasikan” pengamatan mereka, opini mereka, dan interpretasi mereka. Ketika anggota Partai Demokrat rapat di Boston dan anggota Partai Republik di Newyork untuk mengadakap konvensi masing masing pada 2004, beberapa blogger yang mapan bekerja sebagai “media terpercaya” bersama wartwan kantor berita tradisional. Seperti diprediksi oleh seorang blogger: “Konvensi 2004 akan diingat sebagai konvensi blog; sebagaimana konvensi Republik 1952 diingat sebagai konvensi televise, konvensi 1924 sebagai konvensi radio.

Tetapi tentu saja, para blogger tidak harus datang ke konvensi untuk menjadi penerbit berita dan opini tentang isu, pembicara, dan calon. Bagi mereka yang berada dalam komunitas maya yang punya garis pemikiran yang sama, blog telah menjadi pilihan ruang maya digital yang saling terhubung. Praktisi PR makin memerhatikan pelaku di media baru ini untuk menjangkau public yang ahli web, baik itu dengan mencoba agar diliput oleh blog mau pun dengan membuat blog sendiri sebagai bagian dari strategi komunikasi.

Metode komunikasi berbasis Internet telah mengubah lanskap media di dalam komunikasi organisasi-publik. World Wide Web memiliki potensi untuk membuka komunikasi dengan audien di seluruh dunia. Di satu sisi, ia memiliki kekuatan untuk mengirim pesan secara seketika ke banyak public sasaran spesifik, dan menerima pesan dari mereka, dalam 24 jam sehari tujuh hari seminggu sehingga membuat Internet sangat penting bagi komunikasi PR. Kemajuan teknologi yang pesat mensyaraktkan penguasaan pengetahuan dan keahlian baru di “cyberworld” yang tanp0a batas dan memberikan banyak askes, pertukaran, berita dan informasi tak henti-hentinya.

Praktisi yang mengepalai praktik PR interaktif di seluruh dunia, Fleishman-Hillard, meringkaskan konteks komunikasi PR yang baru sebagai berikut:

Dalam dunia digital, teks, suara, foto, video, dan animasi mengalir dalam satu bit-streaminformasi yang meudia diiterima konsumen. Dengan melihat pada Website Koran-korang besar AS sekarang ini kita bisa meliha t seberapa jauh berita cetak satu dimensi telah berganti menjadi dengan banyak isi dan tiga dimensi. ( David Wickenden, “High-Tech Trends That Will matter to PR Executives,” Public Relations Strategist 9, No.2 (Summer,2003):24)

Sumber : http://kuliahkomunikasi.com